ReviewReviewReviewDIA YG PERTAMA PROTES DEWA 19Mar 17, '08 3:27 PM
for everyone
Category:Other
Kasus grup musik Dewa yang dituding menghina Allah mungkin tidak akan menjadi heboh, jika Wahfiudin tidak ‘bergerak’. Awalnya, secara tidak sengaja malam itu mubaligh yang jarang menonton TV ini, tiba-tiba ingin menonton TV. Wahfiudin berniat istirahat sebentar setelah lelah bepergian. Wahfiudin menunda acara mandinya. Tapi ayah lima orang anak ini begitu terkejut ketika menonton tayangan Trans TV tentang konser eksklusif grup musik Dewa, Ahad (10/4). Pada karpet di panggung live show itu terpampang Khat (tulisan—biasa disebut kaligrafi dan bukan lambang Allah— red) Allah dari buku The Cultural Atlas of Islam yang ditulis Prof Dr Ismail Raj’i Al-Faruqi.

Dari sana cerita bergulir. Ustadz yang lembut dalam pembicaraan ini langsung menelepon stasiun Trans TV. Bak bola salju kasus ini terus menggelinding jadi membesar. Sejak itu Wahfiudin jadi sering ditelepon, menanyakan kasus ini. Karena banyak orang yang tidak senang.

Apalagi Dhani pernah mengatakan Laskar Jihad menyebar kebencian dan laskar cinta menyebar kasih sayang. Padahal, dalam sanubari Wahfiudin terpendam pertanyaan, “Ketika umat Islam di Ambon babak belur, apa yang kalian kerjakan.” Kalau Laskar Jihad tidak ke sana, musnahlah umat Islam di Maluku. “Justru Laskar Jihad ada, karena cinta,” katanya.

Apa pandangannya tentang tasawuf dan umat Islam Indonesia? Berikut petikan perbincangan Eman Mulyatman dan Artawijaya, disertai Fotografer Anizar M Jasmine, dengan Wahfiudin:

(+) Kasus Dewa kabarnya Anda yang pertama menangani?

Hari itu saya pulang malam, letih sekali dan selama ini memang jarang menonton TV. Tapi, karena mau mandi saya agak segan, iseng-iseng lihat berita dulu, namun yang nampak kaligrafi Allah yang dijadikan alas panggung. Saya tidak kenal Band Dewa, apalagi Dhani. Kaligrafi itu sangat saya kenal betul. Apalagi ketika dishot dari atas, jelas sekali.

Saya berharap itu hanya sebuah keteledoran saja. Saya tidak mau meributkan, tapi iman saya di dalam batin berkata, “Kamu tidak bisa diamkan hal itu.” Meskipun kaligrafi itu hanya sebuah simbol dan bukan Allahnya itu sendiri.

(+) Lalu, apa tindakan Anda?

Saya lalu mencari nomor telepon stasiun TV tersebut. Itu bukan hal yang mudah. Yang menerima Satpam. Dia menjawab, “tidak berani menginterupsi acara live show”. Saya bilang, bukan saya memerintahkan Anda menghentikan, tapi saya minta disambungkan dengan manajer yang bertanggungjawab, “Kasih tahu saja, nanti saya yang ngomong.” Akhirnya saya mendapat nomor Pak Chairul Tandjung, rupanya dia pun terkejut karena melihat lafazd Allah di lantai panggung. Ketika saya telepon kembali, barulah stasiun TV itu menerima.

“Apa saran bapak?” tanya mereka.
Tutup saja. Tapi rupanya pihak stasiun TV khawatir bahwa saya tidak sendiri, pasti ada banyak orang yang sudah menonton dan jelas mereka kecewa melihat itu. Jadi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saya menyarankan, grup band itu harus menyatakan permohonan maaf.

(+) Setting panggung itu dari siapa?

Pihak stasiun TV menyatakan bahwa ini sepenuhnya ‘milik’ Dewa. Kalau pun pihak stasiun TV yang setting, Dhani harusnya tahu dan bisa mencegah. Karena memang dia sudah tahu bahwa itu kaligrafi Allah, masak ditaruh di lantai.

(+) Sebenarnya kalau waktu itu langsung minta maaf sudah selesai ya?

Lalu pihak stasiun TV itu meminta saya datang. Mereka menjemput saya. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Sampai di sana, saya disambut Ishadi SK dan dia mempertemukan dengan personil Dewa. Waktu itu sikap Dhani acuh saja.

(+) Anda kecewa?

Sedangkan pimpinan stasiun TV duduk dengan baik dan sopan. Saya menyimpulkan, rupanya dia tidak terima ketika saya tegur. Saya tidak berpanjang kalam, ini ada buku The Culture Atlas of Islam. Begitu saya buka Pak Ishadi langsung bilang, “Iya, sama!”

(+) Dewa membantah?

Dhani langsung bilang, “Enggak, lain!” Saya minta keluarkan logo-logonya. Dia membantah karena sudah dimodifikasi. Lalu saya jelaskan bahwa modifikasi itu tidak mengubah bentuk dan bacaan, karena tetap terbaca Allah. Kenapa Anda memodifikasi?

(+) Jadi, ada unsur plagiat?

Bukan hanya itu, jadi sebenarnya Dhani sudah tahu bahwa itu sebenarnya tulisan (bacaan) Allah.

(+) Sikap Dewa?

Bagi saya itu sudah cukup, buat apa lagi melayani Dhani yang petantang-petenteng. Akhirnya saya berdiri dan saya katakan, “Kepada semua personil Dewa tolong hati-hati, jangan tempatkan ini di sembarang tempat. Nanti kalau Anda berhadapan dengan Muslim ‘garis keras’ akan jadi masalah. Assalamu’alaikum!”

(+) Anda kecewa dengan hasil pertemuan itu?

Paginya ketika saya ke luar rumah di Rawamangun terpampang Kaligrafi serupa bersama iklan rokok. Padahal bagi saya, rokok itu haram. Kalaupun tidak, maka syubhat. Maka saya siapkan laporan ke Ormas Islam, MUI dan Dewan Dakwah. Untuk apa? Ini sebagai kontrol publik sehingga kalau terjadi lagi di daerah lain, harus dicegah.

(+) Sebenarnya apa alasan Dhani sendiri?

Dalam pertemuan itu, juga saya permasalahkan kalung Bintang David yang dipakai Dhani. Itu kan simbol Israel, masak kamu pakai bintang itu dan menginjak-injak kaligrafi Allah.Itu kan suatu penghinaan. Dia cuma haha hehe .…saja. Berita itu akhirnya muncul di koran. Lalu muncullah pertanyaan dari banyak pihak. Dan masalah terus bergulir.

(+) Sebuah surat kabar menulis, bahwa kabar Dhani antek-antek Israel, Anda yang menghembuskan?

Saya tidak pernah menyebut itu.

(+) Ini sensasi yang kebablasan ya?

Iya, karena berbeda dengan swastika (lambang Nazi). Nazi itu sudah musnah, semua bangsa mengutuknya, tidak ada potensinya. Kalau anak muda memakainya, itu karena faktor nyentrik secara historis. Tapi kalau Bintang David, Israel itu masih ada dan aktif menghancurkan Islam, Masjidil Aqsha dan Palestina. Kondisi kita ini sedang perang. Bahkan Indonesia tidak punya hubungan diplomatik. Karena Israel, bertentangan dengan jiwa dan semangat UUD 45. Ketika kita pakai logonya, itu satu bentuk pemihakan pada lawan.

(+) Soal Binang David Israel, apa jawaban Dhani?

Dia bilang ekspresi dari kecintaan pada Nabi Daud. Saya katakan, Muslim mana yang tidak mencintai Nabi Daud. Setiap Muslim ketika Nama Nabi Daud disebut dia akan mengucapa alaihis salam. Berapa banyak orang yang cinta kepada Nabi Daud yang mengekspresikan dengan puasa Nabi Daud. Namanya betul Bintang Daud, tapi dia sudah jadi logo Israel. Bukan soal Nabi Daudnya.

(+) Dhani tahu itu kaligrafi Allah?

Dhani kirim sms (short message servisce). Lalu saya balas dengan menelepon langsung. Dia mengabarkan bahwa gambar kaligrafi itu didapat dari Gurunya, Habib Faiz di Malang, Jawa Timur. Menurutnya, Habib itu konsultannya artis-artis dan jenderal-jenderal. Yang jadi persoalan, ketika Dhani mendapat gambar itu, pastilah dia bertanya, gambar apa? Dan gurunya akan menjelaskan bahwa itu kaligrafi Allah. Jadi dia tahu, tapi tidak mau mengakui. Ini yang jadi masalah.

(+) Apakah kasus ini memang ada rekayasa?

Saya belum melihatnya. Tapi perang itu selain fisik, ada juga dalam bentuk, intelijen, ekonomi, budaya, ideologi atau sering kita sebut ghazwul fikri (perang/invasi pemikiran-red). Ini bagian dari perang budaya. Kenapa dia pakai logo Israel dan di bawahnya dia tahu ada kaligrafi Allah. Ini ada apa? Apakah itu bagian dari akibat cuci otak, atau sengaja mau memancing umat? Wallahu a’lam. Yang jelas industri entertainment tidak berdiri sendiri.

(+) Dhani mengklaim banyak massa di belakangnya?

Ke sebuah Harian Ibukota, dia mengirim surat yang isinya merendahkan pribadi saya. Saya no comment. Kalau saya komentari, jadi kayak anak kecil.

(+) Anda juga dibilang cari popularitas?

Saya lakukan itu karena ghirah saya terpanggil.

(+) Ini terus bergulir?

Malam itu, ketika saya dipertemukan, sudah saya peringatkan bahwa yang beli produk kamu banyak umat Islam. Umat Islam Indonesia sedang sakit karena saudaranya di Palestina sedang diinjak-injak.

(+) Sebenarnya di mana letak persoalannya?

Ada dua, menggunakan logo Bintang David Israel dan menginjak-injak kaligrafi Allah. Kedua, penempatan kaligrafi Allah itu pada tempat-tempat yang tidak cocok, misalnya, sebagai iklan rokok. Barangkali suatu saat karena ditempelkan di drum, lalu masuk Night Club.

(+) Tapi sering pula orang menggunakan kaligrafi Allah?

Kaligrafi Allah dipakai untuk lambang organisasi Islam, itu sudah banyak, seperti Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Kalau sebagai artisitik, itu bagus, apalagi bernilai religius. Wajar kalau orang ingin memiliki dan membanggakannya. Sah saja.

tapi tidak ada yang menjamin bahwa itu akan...
palau pakai liontin kaligrafi Allah, itu karena nilai membanggakan. Bagaimana kalau dia masuk WC? Itu kan karena ingin buang air, bukan untuk membawa Allah ke WC. Ini kan kasusnya logo yang ditaruh di panggung, lalu diinjak-injak.

(+) Dalam Tasawuf itu bukan sekadar lambang kaligrafi Allah?

Lihat saja dalam penulisan kaligrafi di masjid-masjid dan di buku-buku. Kadang-kadang dalam penulisan sebuah kalimat, lafazd Allah selalu diletakkan paling atas, meski pun dalam urutan penulisan harusnya di tengah. Itu sebagai sikap hormat.

Dalam dunia tasawuf—yang juga dipelajari Dhani—itu yang disebut adab. Salah satu ciri dari orang yang belajar tasawuf adalah kehalusan batin. Apalagi terhadap Jalaliyah (ketinggian-red) dan Jamaliyah (keindahan-red) Allah. Tidak menganggapnya sebagai simbol semata.

(+) Dalam sejarah, kasus seperti ini pernah terjadi?

Yang jelas Rasulullah melarang mencaci-maki tuhan orang lain. Tuhan orang lain saja kita dilarang untuk mencaci makinya. Alasannya, karena orang akan balik mencaci maki Allah. Meski pun secara substansi Allah tidak akan mungkin dicaci.

Itu yang dijadikan alasan, yang tidak boleh adalah menginjak-injak ajaran-Nya?
Anak kecil juga tahu, kenapa menginjak-injak bendera merah putih ditangkap? Mahasiswa demo menginjak-injak foto Presiden ditangkap. Ini kaligrafi Allah yang menciptakan Presiden?

(+) Dhani hanya percaya ke Gus Dur dan Quraish Shihab?

Artinya dia meremehkan ulama lain. Apa tidak cukup ulama lain memberi nasihat. Tapi, saya dengar Dewa akan mengubah logonya.

(+) Lagu-lagu Dewa sering menyebarkan faham Al-Hallaj?

Sayangnya, saya belum pernah dengar lagu-lagunya.

Sumber Sabili



sintenremen wrote on Mar 17
ReviewReviewReviewReview
Semoga segera dibuka pintu hatinya agar lebih lapang menerima kebenaran. Hanya Alloh yang berhak membolak balikkan hati manusia. wallahu'alam.
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help